Perpusnas Tingkatkan Anggaran Demi Akses Baca Merata

Nasional39 Views

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menunjukkan komitmen kuatnya dalam memperluas jangkauan literasi di Tanah Air. Dalam langkah strategis, Perpusnas mengajukan revisi usulan tambahan anggaran Pagu Indikatif kepada Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) dan Kementerian Keuangan. Usulan tersebut mengalami peningkatan signifikan dari Rp204,04 miliar menjadi Rp357,77 miliar. Total kebutuhan anggaran Perpusnas sendiri mencapai Rp725,50 miliar.Kepala Perpusnas, E Aminudin Aziz, menegaskan bahwa peningkatan anggaran ini secara spesifik dialokasikan untuk penguatan layanan, akselerasi transformasi digital, serta pembangunan ekosistem literasi yang inklusif. Fokus utamanya adalah memastikan masyarakat di daerah-daerah terpencil dan kelompok-kelompok rentan mendapatkan akses setara terhadap bahan bacaan.

Peningkatan Anggaran untuk Akses Literasi Merata

Aminudin Aziz menjelaskan bahwa perubahan usulan anggaran ini merupakan hasil diskusi mendalam dengan Komisi X DPR RI pada 11 Juni 2026. Prioritas utama adalah memperluas akses membaca bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya mereka yang selama ini kesulitan mengakses fasilitas perpustakaan.

Mengapa Anggaran Mendesak Ditingkatkan?

Selama dua tahun terakhir, Perpusnas menghadapi tantangan besar akibat pengurangan anggaran, yang berdampak pada optimalisasi pelaksanaan tugas pokok sesuai amanat undang-undang. Hal ini termasuk preservasi naskah-naskah penting dan perluasan akses masyarakat terhadap buku-buku. Dengan peningkatan anggaran, Perpusnas berharap dapat kembali menjalankan fungsi-fungsi esensial ini secara maksimal.

Membidik Komunitas Rentan dan Transformasi Digital

Target utama dari inisiatif ini adalah komunitas yang tidak memiliki akses langsung ke bahan bacaan, seperti mereka yang tidak berada di lingkungan sekolah, pesantren, atau taman baca masyarakat. Peningkatan anggaran akan memungkinkan Perpusnas untuk menjangkau lebih luas, termasuk di desa dan kelurahan, serta taman-taman baca masyarakat.Sebagai platform informasi terkemuka di Indonesia, Mendalo.ID melihat langkah Perpusnas ini sebagai upaya krusial dalam membangun masyarakat yang lebih cerdas dan berbudaya literasi. Transformasi digital menjadi pilar penting agar akses baca tidak lagi terbatas oleh jarak dan waktu.

Memperkuat Kemitraan dengan Perpustakaan Daerah

Selain penyediaan buku dan perluasan akses, Perpusnas juga akan memfokuskan anggaran pada pembinaan dan penguatan kemitraan dengan perpustakaan di daerah. Hal ini menanggapi saran dari Komisi X DPR RI untuk tidak hanya menyediakan sumber daya, tetapi juga meningkatkan kapasitas penyelenggara perpustakaan lokal. Mendalo.ID percaya bahwa kolaborasi seperti ini adalah kunci untuk menciptakan masyarakat yang lebih literat dan adaptif terhadap perkembangan zaman.Dengan inisiatif ini, Perpusnas menunjukkan komitmennya untuk mewujudkan Indonesia yang lebih berbudaya literasi, didukung oleh akses yang merata dan sistem perpustakaan yang modern serta terintegrasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *