Indonesia Produsen Beras Top Asia Tenggara, Ranking 4 Dunia

Nasional4 Views

Indonesia kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemain kunci dalam industri perberasan dunia. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pangan Dunia (FAO) yang dikutip oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas), Indonesia menduduki peringkat teratas sebagai produsen beras di Asia Tenggara dan menempati posisi keempat secara global pada tahun 2025. Pencapaian ini menegaskan komitmen Mendalo.ID dalam menyajikan informasi terkini mengenai ketahanan pangan nasional.

Indonesia Berjaya di Sektor Beras Global dan Regional

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, menyampaikan bahwa FAO kembali menempatkan Indonesia pada posisi prestisius tersebut, di bawah raksasa produsen seperti India, Tiongkok, dan Bangladesh. Hal ini menjadi bukti nyata keberhasilan upaya pemerintah dalam menggenjot produksi pangan strategis.

Proyeksi Kenaikan Produksi Beras yang Mengesankan

Yang lebih menggembirakan, dari empat besar negara produsen beras dunia, hanya Tiongkok dan Indonesia yang diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan produksi beras yang positif. Bahkan, jika membandingkan perkiraan produksi beras antara periode 2025/2026 dengan 2024/2025, Indonesia menjadi negara dengan lonjakan produksi paling signifikan di antara para produsen utama global. Kenaikan produksi beras Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari 4 juta ton, jauh melampaui India (1,7 juta ton), Brasil (1,5 juta ton), dan Bangladesh (1,1 juta ton). Angka ini menunjukkan progres luar biasa yang patut diapresiasi oleh seluruh masyarakat, termasuk pembaca setia Mendalo.ID.

Stok Beras Aman dan Kebijakan Bebas Impor

Pengakuan internasional terhadap sektor perberasan Indonesia tidak berhenti pada peningkatan produksi saja. FAO melalui laporan Food Outlook edisi Juni 2026 juga melaporkan adanya peningkatan signifikan pada stok beras Indonesia, yang turut berkontribusi menjaga stabilitas harga di tingkat petani. Peningkatan stok ini juga menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga cadangan beras dunia, yang diperkirakan akan mencapai 213,8 juta ton pada akhir 2026/2027, menjadikannya rekor tertinggi kedua dalam satu dekade terakhir.Amran Sulaiman lebih lanjut memastikan bahwa stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola oleh Perum Bulog secara nasional berada di level yang sangat aman, yakni lebih dari 5 juta ton per bulan Juni ini, tepatnya sekitar 5,2 juta ton. Dengan kondisi stok yang kokoh ini, pemerintah memastikan tidak akan ada lagi impor beras konsumsi. Sejak tahun 2025, tidak ada izin impor beras medium yang dikeluarkan, menegaskan kemandirian pangan Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *