Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) secara proaktif meluncurkan program inovatif ‘Tunas Jakarta’ sebagai upaya strategis untuk mengimbangi paparan gawai pada anak-anak. Inisiatif yang diresmikan di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan, pada Jumat, 12 Juni 2026, ini bertujuan untuk mendorong anak-anak kembali menekuni berbagai aktivitas fisik sebagai alternatif yang sehat dan produktif pengganti waktu bermain gawai. Program ini, seperti yang dilaporkan oleh Mendalo.ID, menjadi solusi penting untuk mencegah berbagai dampak negatif yang mungkin timbul dari penggunaan platform digital yang berlebihan.
Menyeimbangkan Dunia Anak: Antara Digital dan Fisik
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemkomdigi, Bapak Bonifasius Wahyu Pudjianto, menyoroti realitas bahwa anak-anak masa kini sangat aktif di ranah digital, dengan rata-rata waktu paparan layar mencapai 7,5 jam per hari. Angka ini menunjukkan urgensi bagi intervensi yang seimbang. ‘Mereka telah sangat aktif di ruang digital… Kita terus dukung kembalinya mereka berinteraksi dalam kondisi fisik,’ ujar Bonifasius. Beliau menekankan pentingnya bagi anak-anak untuk belajar bermain, berteman, dan memahami dunia fisik secara langsung. Tunas Jakarta hadir sebagai jembatan yang mendorong mereka untuk kembali berinteraksi di dunia nyata melalui serangkaian kegiatan fisik yang menarik, memastikan tumbuh kembang mereka berlangsung secara holistik di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Filosofi “Tunggu Anak Siap”: Edukasi Bukan Pembatasan
Program ini sejalan dengan implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas). Peraturan ini didesain untuk membatasi akses anak-anak terhadap platform digital yang berpotensi menimbulkan risiko. Namun, Bonifasius menjelaskan bahwa prinsip di balik ‘Tunggu Anak Siap’ bukanlah untuk menghambat kemajuan atau membatasi akses anak terhadap teknologi. Sebaliknya, prinsip ini bertujuan untuk memastikan bahwa anak-anak memasuki ruang digital ketika mereka benar-benar siap, baik dari segi usia, kematangan emosional, maupun pemahaman akan risiko-risiko yang ada. Ini adalah pendekatan edukatif yang memberdayakan anak, bukan membelenggu mereka dari teknologi.
Tunas Jakarta: Jawaban Atas Keresahan Orang Tua
Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Kepemudaan dan Start Up, Bapak Alfreno Kautsar Ramadhan, menambahkan bahwa Tunas Jakarta merupakan respons langsung atas keresahan para orang tua yang mencari alternatif aktivitas bagi anak-anak mereka, terutama setelah pembatasan akses ke beberapa platform digital diterapkan. Inisiatif Kemkomdigi ini tidak hanya memberikan wadah bagi anak-anak untuk berinteraksi secara fisik, tetapi juga menawarkan ketenangan pikiran bagi orang tua. Mendalo.ID mengapresiasi langkah Kemkomdigi ini sebagai upaya nyata dalam menciptakan lingkungan digital yang aman sekaligus mendorong gaya hidup aktif bagi generasi mendatang.



