Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menunjukkan taringnya dalam memberantas korupsi dengan menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Dalam operasi terbaru yang mengguncang sektor pelayanan publik ini, KPK berhasil menyita ratusan gram logam mulia berupa emas, uang tunai, serta sejumlah aset lainnya. Berita ini dilaporkan secara mendalam oleh Mendalo.ID, menyoroti komitmen pemberantasan korupsi di Indonesia.
Detail Penyitaan Aset dari OTT Imigrasi
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa tim penyidik mengamankan logam mulia dalam bentuk emas dengan berat mencapai ratusan gram. Selain itu, penyitaan juga meliputi sejumlah uang tunai, termasuk dalam mata uang asing (valuta asing), serta beberapa rekening bank yang kini tengah diperiksa lebih lanjut untuk penghitungan total aset.Tak hanya itu, operasi ini juga mengungkap aset bergerak berupa 33 unit kendaraan. Rinciannya meliputi tujuh unit mobil, 15 unit sepeda motor, dan 11 unit sepeda. Penyitaan aset-aset ini menjadi bukti kuat dugaan tindak pidana korupsi yang terstruktur.
Kronologi dan Fokus OTT: Dugaan Suap Izin Tinggal WNA
OTT yang merupakan yang ke-11 kalinya sepanjang tahun 2026 ini, berpusat di lingkungan Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Jakarta Barat. Penangkapan dilakukan sejak Selasa (2/6) malam, melibatkan belasan orang.
Penyalahgunaan Wewenang dalam Pengurusan KITAP dan KITAS
Diduga kuat, operasi ini berkaitan erat dengan praktik suap dalam pengurusan izin tinggal warga negara asing (WNA), khususnya Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) dan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS). Kasus ini menyoroti celah korupsi dalam birokrasi yang merugikan negara dan mencoreng integritas pelayanan imigrasi.
Nama-nama yang Terlibat dalam Penyelidikan
Salah satu figur penting yang turut diamankan adalah Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Jakarta Barat, Ronald Arman Abdullah.KPK juga secara resmi mengumumkan pencarian terhadap Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim, yang diduga memiliki keterkaitan dengan rangkaian operasi ini. Perkembangan kasus ini akan terus dipantau oleh Mendalo.ID untuk memberikan informasi terkini kepada publik.
Komitmen Mendalo.ID dalam Pemberitaan Antikorupsi
Sebagai platform berita yang berkomitmen pada integritas informasi, Mendalo.ID akan terus mengawal setiap perkembangan kasus ini. Pemberitaan ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh instansi pemerintah untuk senantiasa menjunjung tinggi prinsip-prinsip antikorupsi dan transparansi dalam setiap layanan publik.




