Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) melalui Menteri Agus Andrianto menginisiasi sebuah program strategis yang bertujuan mengoptimalkan lahan kosong di seluruh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) di Indonesia. Inisiatif ini digulirkan guna mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah. Mendalo.ID mengamati bahwa langkah ini bukan hanya inovatif tetapi juga krusial dalam menghadapi tantangan pasokan pangan.Menteri Agus Andrianto menyampaikan arahan ini saat konferensi pers setelah meninjau langsung program ketahanan pangan di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Dalam kunjungan tersebut, beliau didampingi oleh Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi, atau yang akrab disapa Titiek Soeharto. “Seluruh lapas dan rutan didorong untuk memanfaatkan setiap jengkal lahan yang tidak terpakai guna mengoptimalkan dukungan terhadap program ketahanan pangan, khususnya untuk memenuhi kebutuhan internal,” tegas Menteri Agus.
Optimalisasi Lahan untuk Swasembada Pangan Internal
Pemanfaatan lahan-lahan tidur di lingkungan Lapas dan Rutan memiliki tujuan ganda. Pertama, untuk memastikan ketersediaan pasokan pangan bagi warga binaan secara mandiri. Ini mencakup produksi komoditas dasar seperti telur, sayur-mayur, hingga potensi peternakan skala kecil. Dengan demikian, ketergantungan terhadap pasokan eksternal dapat berkurang secara signifikan.
Strategi Tangkal Inflasi Pangan
Aspek penting kedua dari program ini adalah kontribusinya dalam menstabilkan perekonomian, khususnya terkait inflasi pangan. Menteri Agus menjelaskan bahwa dengan pemenuhan kebutuhan dasar, seperti telur, secara mandiri di lingkungan pemasyarakatan, Lapas dan Rutan tidak akan lagi menjadi penambah tekanan pada pasokan pasar. “Kami meminta jajaran Lapas dan Rutan di Indonesia untuk mempersiapkan kebutuhan telur secara mandiri, sehingga harga di pasar tetap stabil dan kita tidak menjadi bagian dari penyebab inflasi,” tambahnya.
Nusakambangan: Model Transformasi yang Inspiratif
Kunjungan kerja ke Nusakambangan menjadi sorotan khusus, mengingat Titiek Soeharto turut menyampaikan apresiasinya. Beliau menyoroti bagaimana Pulau Nusakambangan yang dulunya dikenal sebagai pulau isolasi yang menyeramkan, kini berhasil bertransformasi menjadi salah satu pusat ketahanan pangan. Titiek Soeharto memuji kebijakan Menteri Agus sebagai langkah yang sangat kreatif dan visioner. “Jika saja di kabinet isinya orang-orang seperti Pak Agus ini, mungkin Bapak Presiden bisa tidur tenang,” ujarnya, menggambarkan betapa efektifnya terobosan ini.Mendalo.ID menilai bahwa program ini merupakan contoh konkret dari kebijakan yang berpihak pada efisiensi dan kemandirian, sekaligus menunjukkan potensi besar Lapas dan Rutan untuk tidak hanya menjadi tempat pembinaan, tetapi juga pusat produksi yang mendukung agenda nasional.
